Dear,
Teman-temanku lulusan Perguruan Tinggi Kedinasan (Khususnya STMKG 2013),
Selamat karena perjuanganmu akhirnya berbuah manis..
Every sweat, hard work, (even tears): finally paid off!
Siapa sangka 'seorang kamu', akhirnya dapat menamatkan bangku kuliah dan menciptakan mahakarya bernama 'skripsi'? :)
Ah terdengar berlebihan memang, kata-kata saya di atas (bagi orang-orang yang sudah biasa menulis Karya Tulis Ilmiah dan menganggap 'skripsi' itu dibuat dengan mudah, semudah merebus air dan lancar tanpa hambatan, se-lancar naik MRT).
Namun mari kita ambil sudut pandang yang lain..
Mari kita terjemahkan kalimat di atas sebagai bentuk 'apresiasi diri'.
Bukankah tangan, kaki, mata, telinga, (diri kita) yang telah banyak berkompromi dan mendukung segala aktivitas kita di bangku kuliah juga butuh diapresiasi? :)
Lantas bila bukan diri kita sendiri (terlebih dahulu) yang mengapresiasi, siapa lagi?
Intinya: congratulations, dude! Kamu sudah lulus kuliah!
###
Lalu... setelah lulus kuliah,
???
Krik...krik...Krik.. (suara jangkrik)
Tik..tok..tik..tok.. (suara jam dinding)
Pertanyaan ini.. ah, pertanyaan anti klimaks! Haha.. Pertanyaan yang jawabannya, tentu akan berbeda bagi tiap individu..
###
Hmm..
Menurut saya (pribadi)...
Fase-fase lulus dari kuliah ini merupakan fase'Berdamai dengan diri sendiri'.
Fase-fase lulus dari kuliah ini merupakan fase
Dulu saya pikir fase-fase ini hanya akan penuh turbulensi, bagi para lulusan Perguruan Tinggi Konvensional (Perguruan Tinggi Non Kedinasan), dimana teman-teman saya yang berkuliah disana, setelah lulus masih harus mencari pekerjaan.
Namun ternyata tidak,
Hei, kegiatan pasca kuliah bukan hanya tentang 'mencari pekerjaan', yang artinya setelah mendapatkan pekerjaan, kau 'akan kekal bahagia', kan?
Jangan sebercanda itu!
It's a life, dude.
Kita hanya manusia, dan saya sempat lupa akan hal ini (di bulan-bulan awal pasca lulus kuliah).
It's a life, dude.
Bagaikan sebuah roda, kamu tidak akan terus berada di atas, kamu tidak akan terus berada di bawah! Akan ada waktunya, kamu dicabut dari zona nyamanmu. (((Dicabut))). Lalu dipaksa beradaptasi dengan zona asing. (((Zona Asing))). Apapun profesimu, bagaimanapun statusmu.
And that's normal.
Manusiawi.
It's a life, dude.
Ketika kamu lulus kuliah, lalu jalan hidupmu menakdirkan statusmu berubah dengan menjadi 'istri' atau 'suami', zona asing itu akan datang padamu.
Ketika kamu lulus kuliah, lalu jalan hidupmu menakdirkan statusmu berubah dengan menjadi 'ibu' atau 'ayah', zona asing itu akan datang padamu.
Ketika kamu lulus kuliah, lalu jalan hidupmu menakdirkan kamu ditempatkan 'jauh dari keluargamu', dan kamu harus bertahan sendiri-mencari keluarga baru di tanah rantau, zona asing itu akan datang padamu.
Ketika kamu lulus kuliah, lalu jalan hidupmu menakdirkan kamu 'mendapat kantor kerja (UPT) sesuai yang kamu inginkan', zona asing itu akan datang padamu.
Ketika kamu lulus kuliah, lalu jalan hidupmu menakdirkan kamu untuk melanjutkan pendidikan di program pasca sarjana (S2), zona asing itu akan datang padamu.
Bahkan ketika kamu lulus kuliah, lalu jalan hidupmu menakdirkan kamu untuk mencari pendapatan tambahan (dilatar belakangi berbagai alasan), zona asing itu akan datang padamu.
It's a life, dude dan kita hanya manusia. Jangan lupa!
Jangan se-merana itu,
Kamu ndak sendiri!
Karena masing-masing kita diberikan jalan hidup sesuai dengan kemampuan diri, dan Tuhan memberimu jalan tersebut sekadar untuk menempamu, sekadar untuk buatmu jadi lebih kuat (laiknya Berlian) :)
Dan ibarat kata 'Hukum aksi-reaksi', Tuhan itu adil kok! Maha Tahu! Tuhan memang turunkan sesuatu (hal asing) untuk kita hadapi, namun percayalah! Di saat yang sama, Ia juga berikan kemampuan kepada kita, untuk melaluinya. Laiknya 'hukum aksi reaksi': ada aksi dari cobaan yang datang, ada pula reaksi (kemampuan) yang dapat kita keluarkan untuk menghadapinya! PASTI! (Dikutip dari ceramah Ustadz Haikal Hassan di Masjid Daarut Tauhiid, sumber: YouTube).
Maka,
Duhai diri,
Berjanjilah padaku kamu tidak akan dzolim/menyia-nyiakan kepercayaan Tuhan.
Tuhan aja percaya kamu mampu dan akan jadi lebih baik setelah ini,
Masa kamu ngga?
It's a life, dude.
And Allah knows that you are the fit one to pass your journey.
Selamat bertualang!
Selamat menebar manfaat!
Semoga selalu dalam lindungan-Nya!
Saling jaga dalam doa, ya..
Yang juga senantiasa berusaha untuk bersyukur,
Ambinari Rachmi Putri
Waktu dhuha, hujan, ruang tamu
Palu, 9 Rajab 1440 H (16 Maret 2019)


Yes... Its life, dude.. 💪 be strong... As always🏋
BalasHapusciye apakah mamak ini adalah fans (pembaca setia) blogku? wkwk :* makasih mamak.. mohon doanya selalu.. aamiin {}
BalasHapus