Karena terkadang lidah terlalu kelu tuk sekedar lisankan, biarlah rangkaian kata yang membuat memori tetap menyemburat

Selasa, 28 Maret 2017

Allahummarhamna bil quran

          Setelah 5 hari silaturahim ke keluarga ayah di Cirebon, saya memilih menghabiskan 4 hari setelahnya di Malang, sekadar ingin tahu bagaimana kota sejuk ini. Insya Allah, annisa nur fadhillah (teman saya SMP) bersedia saya tumpangi kostnya. What an unpredictable planning!



“Keluarlah dari zona nyamanmu, maka kamu akan temukan hikmah dari cerita yang kamu lalui. Dari tiap cerita pasti ada hikmah yang dapat dipetik”.

            Kalimat itu benar, pipi saya merasa tertampar pagi ini. Bukan karena gusar melihat sesuatu, namun karena meleleh melihat bapak di samping sedang muroja’ah (mengulang) hafalan al-quran nya. Lantas diri ini mematung dan menciptakan monolog dalam hati,

Apakah benar yang saya lihat ini?
Bagaimana bisa semudah itu ayat-ayat suci terkumpul dalam dada seseorang?
Mengapa begitu mudahnya?
Bagaimana bisa, seorang bapak berambut putih yang harus menjadi bukti bahwa firman dalam surat Al-Qamar itu benar?

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran[30], maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-al-qamar-ayat-1-22.html#sthash.7wuFKtc0.dpuf
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran[30], maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-al-qamar-ayat-1-22.html#sthash.7wuFKtc0.dpuf

"And We have certainly made the Qur'an easy for remembrance, so is there any who will remember?"

ayat ini diulang sebanyak 4 kali dalam surat Al-Qamar, yaitu pada ayat 17, 22, 32 & 40


Mengapa bukan anak kecil, seperti yang biasa saya lihat di Bintaro? Sehingga saya masih bisa berkilah, "Wajar, mudah hafal, kan masih kecil... ingatannya masih tajam".

Lantas apa kabar diri ini?
Apa kabar iman?
Apa kabar jiwa yang bahkan untuk tilawah saja sering ketiduran? -Kelelahan dengan tetek-bengek dunia mahasiswi, alibinya
Bagaimana mungkin ayat-ayat suci mau terkumpul dalam hatinya yang tandus?

Ya Habibi...
Allahummarhamna bil quran....
Ya Allah, kasihilah hamba dengan Al-Quran...

Ambinari Rachmi Putri
di Kereta Majapahit,
Menuju Malang

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Unordered List

Text Widget

Pages