Jalan Saja
Kita sama-sama tengah beranjak dari kenangan, meski tubuh masih kuyup oleh guyurnya, tetaplah berjalan. Biarlah orang memandang dengan tatapannya yang penuh tanda tanya, biarkan saja.
Kita sama-sama tengah beranjak dari kenangan, meski tubuh masih kuyup oleh guyurnya, tetaplah berjalan. Biarlah orang memandang dengan tatapannya yang penuh tanda tanya, biarkan saja.
Sedikit demi sedikit langkah kita akan menjatuhkan kenangan tanpa disengaja. Mereka akan jatuh ke tanah, meresap. Mereka akan jatuh di jalan-jalan beraspal, menguap.
Tetaplah berjalan meski pelan, tetaplah beranjak meski berat. Waktu tidak mengubah apa pun, langkah kitalah yang menggerakan tangan Tuhan untuk membuka jalan-jalan yang baru, jalan yang selama ini selalu tertutup butanya mata hati.
Kenangan memang tak bisa dilupakan, tapi mereka bisa tertinggal tanpa disengaja. Meski bisa saja kelak mereka datang tanpa diduga, banyaknya pemahaman baru akan membuat kita lebih kebal menghadapinya.
Tetaplah berjalan, itu saja.
Tulisan dikutip dari tumblr jalansaja
----------------------------------------------------
Kupastikan aku takkan menjauh, sungguh. Begitupun juga kau kan? Mari berteman :) Semoga kita dapat saling menerima. Bukankah manusia itu memang dinamis, teman? Dinamismu kuterima, dinamisku semoga sudi kau menerimanya. I'm perfectly imperfect, selalu tetap aku yang sama. Tetaplah saling mengingatkan :)
----------------------------------------------------
Kupastikan aku takkan menjauh, sungguh. Begitupun juga kau kan? Mari berteman :) Semoga kita dapat saling menerima. Bukankah manusia itu memang dinamis, teman? Dinamismu kuterima, dinamisku semoga sudi kau menerimanya. I'm perfectly imperfect, selalu tetap aku yang sama. Tetaplah saling mengingatkan :)
Ditulis bukan buat apa-apa, hanya untuk self reminder saja
orang lemah memang butuh banya-banyak self reminding-nya :')
Ambinari Rachmi Putri
Bintaro (Rumah Kak Rere), 8 Syawal 1437 H
Waktu Isya


0 komentar:
Posting Komentar