Karena terkadang lidah terlalu kelu tuk sekedar lisankan, biarlah rangkaian kata yang membuat memori tetap menyemburat

Senin, 10 April 2017

Yang Kita Butuhkan...

(Sumber Gambar: Pinterest)

Kita tak butuh lampu disko
Kita hanya butuh lentera penunjuk jalan
Sungguh?
Sungguh.
Sebab jalan hidup bukan sekadar jalan lurus,
tapi berkelok, terjal, dan gelap.
Bahkan 1 detik ke depan saja, kita tah tahu akan seperti apa,
Betul?

Kita tak butuh pesta
Kita hanya butuh isak, penyesalan, dan sujud panjang
Sungguh?
Sungguh.
Sebab ramuan tersebut lebih dari cukup untuk merayakan kebersaan dengan-Nya
di 1/3 malam atau di waktu dhuha.
Romantis, bukan?

Kita tak butuh segalanya yang ada di Dunia,
apalah artinya dunia seisinya bila tanpa ridho-Nya?
tanpa lentera penunjuk jalan pemberian-Nya,
tanpa perayaan berduaan dengan-Nya?


Maka aku memilih menjadi seperti yang Ia inginkan saja
tak neko-neko
tak banyak habiskan energi tuk menerka
Maka aku memilih menjadi yang terbaik dari diriku,
terserah penilaian lainnya, yang terpenting penilaian-Nya saja.

Semoga Ia suka.

Pada akhirnya kita hanya harus merasa cukup,
-Monalisa, 22 thn
Yang kita butuhkan... itu saja.


Ambinari Rachmi Putri
Kost Kimberly
Hari pertama masuk kuliah semester 6
"Semangat kuliahnya, binskyyyy! ^_^ "
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Unordered List

Text Widget

Pages