Karena terkadang lidah terlalu kelu tuk sekedar lisankan, biarlah rangkaian kata yang membuat memori tetap menyemburat

Selasa, 04 Oktober 2016

Sesesap malu

(Sumber Gambar)

Nyatanya sajakku tak sesuci embun,
Tak sesejuk hulu,
Tak setulus Ibu,
Nyatanya sabdaku tertelan mentah-mentah olehku sendiri
Pahit,
Lirih,
Beracun,
Satu..dua...tiga... tak lelahkah kau coba menerka?
Lantas apa yang coba kau terjemahkan?

Sajakku tak melulu tentang mumtaz yang fasih kulakukan
Malah kebanyakan tentang pengharapan pada hal-hal ideal yang semoga suatu saat tak mengeja lagi ku membacanya

Sajakku...

Sajakku....

Sungguh ku malu,

Berhentilah mencitrakanku
Andai kau tau..
Sesesap malu,
sungguh ku hanya hidup dari itu.

Belas kasih-Nya,
Tangan-Nya yang tak jemu merengkuhku kembali setelah ku menjauh.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Unordered List

Text Widget

Pages