![]() |
| (Sumber Gambar) |
Nyatanya sajakku tak sesuci embun,
Tak sesejuk hulu,
Tak setulus Ibu,
Nyatanya sabdaku tertelan mentah-mentah olehku sendiri
Pahit,
Lirih,
Beracun,
Satu..dua...tiga... tak lelahkah kau coba menerka?
Lantas apa yang coba kau terjemahkan?
Sajakku tak melulu tentang mumtaz yang fasih kulakukan
Malah kebanyakan tentang pengharapan pada hal-hal ideal yang semoga suatu saat tak mengeja lagi ku membacanya
Sajakku...
Sajakku....
Sungguh ku malu,
Berhentilah mencitrakanku
Andai kau tau..
Sesesap malu,
sungguh ku hanya hidup dari itu.
Belas kasih-Nya,
Tangan-Nya yang tak jemu merengkuhku kembali setelah ku menjauh.


0 komentar:
Posting Komentar