orang tua, saudara, kerabat, dan berbagai keping masa lalu bagaimana aku menghabiskan ramadhan tahun-tahun sebelumnya.
Terkhusus 1 Ramadhan 1437 H, tahun ini.
memori yang masih begitu lekat adalah bagaimana aku menghabiskan ramadhan tahun lalu, saat PKL 2014/2015, di Tarakan Kalimantan Utara.
Tuhan begitu baik, saat Ia tahu kau tak miliki siapapun di tanah rantau, Ia akan kirimkan orang-orang baik untuk jadi keluarga keduamu.
Sunset di atas Bukit Tanjung Batu, Tarakan
Sepulang dinas malam, di sepertiga awal malam, seringnya tiba-tiba menemukan salad buah dan sekotak kue tergantung di gagang pintu teras rumah... siapa lagi yang melakukan, kalau bukan mama dika? -dagangan takjilnya yang tak terjual habis katanya.
Jadi Ibu kedua dan selalu menawari berbuka dan sahur bareng di kantor, siapa lagi yang bisa? kalau bukan bu dahniar?
Tempat menginap, pintunya selalu terbuka untuk sahur bareng atau momen apapun- jam berapapun, penyedia rumah kedua, siapa lagi yang bisa? kalau bukan keluarga Bu Eddy & sahabatku della erika?
Makanan kortingan atau lebihan dari yang kupesan, penjual mana yang mau sebaik itu? kecuali penjual makanan masak persis di depan rumah?
Yang meminjamkan kompor minyak dan tak jarang memberi cuma-cuma lauk untuk berbuka, siapa lagi kalau bukan keluarga pak saimin?
Belum lagi bu hakim dan bu ani, mba ratna..
Orang-orang kantor yang bisa diandalkan sebagai penunjuk jalan, menikmati sore di Tarakan, ke pantai, ke pelabuhan, kemana-mana....
mba Ningsih, mba Rini, mba Reni, mba Erlina, Bu Nila, Mba Lulus, Mba Vina... ingat mereka, tetiba ingat buka bersama di Jalan Kamboja, ingat acara-acara yang sering didatangi bersama, dan hal-hal lainnya...
tetiba ingat diba, lisa, yuk nia,
orang komplek yang tak bisa disebutkan satu per satu...
dan lainnya... begitu pula kenangan di luar bulan ramadhan..
Benar rupanya, rumah adalah dimanapun! :)

0 komentar:
Posting Komentar