Karena terkadang lidah terlalu kelu tuk sekedar lisankan, biarlah rangkaian kata yang membuat memori tetap menyemburat

Minggu, 03 April 2016

Dua Puluh

Dan aku tepekur mendapati diri menghilang
gontai tentukan tapak, nuju barat atau timur
sementara 'dulu'ku trus menjauh di ufuk selatan
kini ku di persimpangan jalan,
coba tentukan pijakan pertama tuk gapai kemilau di utara.
sejenak ku toleh belakang dan ukir senyuman: "selamat tinggal dulu'"
alih-alih tahu lembaran baru mesti dimulai, satu dari dua pilihan itu kupijak.
nyatanya hati rapuh jua.
sempatnya tergopoh nuju barat
namun kala setengah jalan kehujanan, berbalik kembali ke persimpangan,
lalu terbirit nuju timur- takut hujan katanya.
tak disangka kala setengah jalan kepanasan (di timur), berbalik kembali ke persimpangan,
lalu terengap nuju barat- rindu lembab katanya.

mondar-mandir kian lama kian bimbang

berdebam sungkur lemah pula akhirnya

Tuhan, ku goyang. kumohon pegangiku.

di persimpangan ku temui macam kumbang
kumbang merah baratan hingga kumbang hitam timuran

kumbang merah bilang:
"inilah jalanmu, janganlah menjauh, ini kusediakan payung, mari ku tuntun kau nuju kemilau"

kumbang hitam bilang:
"inilah jalanmu, jangan berbalik, kubawakan kipas untukmu, kan ku tuntun kau nuju kemilau utara"

Tuhan, ku kemana. kumohon arahkan alurku.

Tuhan sampaikanlah aku pada kemilau utara,
bisikkanlah aku kumbang mana yang utusanmu
kumohon

duhai, semoga istiqomah

Berjudul: Alur
Ambinari Rachmi Putri
----------------------------------------------

"Hari ini, (sepertinya) setiap orang sedang sibuk dengan dunianya, masing-masing kesepian, dan masing-masing lupa saling mengirim sapaan."
-Kurniawan Gunadi
Kadang sulit sekali memahami mengapa begitu banyak teman kita yang hilang kabar entah kemana, sampai pada satu titik kita pun mengalami masa dimana rasanya ingin menghilang dari perederan, tidak ingin dihubungi siapapun. Bukan karena kita ingin menyendiri, tapi kita ingin mengambil jeda dan membiarkan diri kita berjuang untuk kemudian kembali lagi ke permukaan.
Karena lelah juga ditanya kerja dimana-lagi ngapain-kapan nikah-udah punya anak belum-kok kamu begitu-kok kamu begini dan segudang pertanyaan yang membuat sebagian orang tertekan. Maka hilanglah, kejarlah dunia itu, dan kembalikan dengan pencapaian terbaik. Aku berusaha memahami hal itu hari ini, dimana usia 22-29 adalah usia pembuktian setiap orang. Selamat berjuang, teman-teman :)


Selamat datang masa pembuktian
bin, lembar selanjutnya mau kau lukisi apa?

20 tahun 3 hari
H-8 kembali ke Bintaro
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Unordered List

Text Widget

Pages