gontai tentukan tapak, nuju barat atau timur
sementara 'dulu'ku trus menjauh di ufuk selatan
kini ku di persimpangan jalan,
coba tentukan pijakan pertama tuk gapai kemilau di utara.
sejenak ku toleh belakang dan ukir senyuman: "selamat tinggal dulu'"
alih-alih tahu lembaran baru mesti dimulai, satu dari dua pilihan itu kupijak.
nyatanya hati rapuh jua.
sempatnya tergopoh nuju barat
namun kala setengah jalan kehujanan, berbalik kembali ke persimpangan,
lalu terbirit nuju timur- takut hujan katanya.
tak disangka kala setengah jalan kepanasan (di timur), berbalik kembali ke persimpangan,
lalu terengap nuju barat- rindu lembab katanya.
mondar-mandir kian lama kian bimbang
berdebam sungkur lemah pula akhirnya
Tuhan, ku goyang. kumohon pegangiku.
di persimpangan ku temui macam kumbang
kumbang merah baratan hingga kumbang hitam timuran
kumbang merah bilang:
"inilah jalanmu, janganlah menjauh, ini kusediakan payung, mari ku tuntun kau nuju kemilau"
kumbang hitam bilang:
"inilah jalanmu, jangan berbalik, kubawakan kipas untukmu, kan ku tuntun kau nuju kemilau utara"
Tuhan, ku kemana. kumohon arahkan alurku.
Tuhan sampaikanlah aku pada kemilau utara,
bisikkanlah aku kumbang mana yang utusanmu
kumohon
duhai, semoga istiqomah
Berjudul: Alur
Ambinari Rachmi Putri
----------------------------------------------
"Hari ini, (sepertinya) setiap orang sedang sibuk dengan dunianya, masing-masing kesepian, dan masing-masing lupa saling mengirim sapaan."
-Kurniawan Gunadi
Kadang sulit sekali memahami
mengapa begitu banyak teman kita yang hilang kabar entah kemana, sampai
pada satu titik kita pun mengalami masa dimana rasanya ingin menghilang
dari perederan, tidak ingin dihubungi siapapun. Bukan karena kita ingin
menyendiri, tapi kita ingin mengambil jeda dan membiarkan diri kita
berjuang untuk kemudian kembali lagi ke permukaan.
Karena lelah juga ditanya kerja dimana-lagi ngapain-kapan nikah-udah punya anak belum-kok kamu begitu-kok kamu begini
dan segudang pertanyaan yang membuat sebagian orang tertekan. Maka
hilanglah, kejarlah dunia itu, dan kembalikan dengan pencapaian terbaik.
Aku berusaha memahami hal itu hari ini, dimana usia 22-29 adalah usia
pembuktian setiap orang. Selamat berjuang, teman-teman :)
(Source: kurniawangunadi, via senjasenjaberaksara)
Selamat datang masa pembuktian
bin, lembar selanjutnya mau kau lukisi apa?
20 tahun 3 hari
H-8 kembali ke Bintaro

0 komentar:
Posting Komentar