Alhamdulillahibini'matihi tatimmusshalihat..
Alhamdulillah masih Allah beri kesempatan untuk ke tempat yang masih se-hijau ini. Ini adalah pertama kalinya Saya jalan-jalan ke 'antah berantah lagi' setelah jalan-jalan 2014-2015 di Kalimantan Utara dengan teman se-penempatan (Bang Said dan Magdalena Sidauruk) dulu :D Kok menyebutnya 'antah berantah' sih? iya.. soalnya kalau kita ke tujuan yang kita sudah bisa tebak track nya, atau salah satu dari rombongan perjalanan sudah ada yang pernah ke lokasi, kan namanya bukan 'antah berantah' lagi, iya kan?
Okay back to the topic..
Percakapan di Grup W.A (Rombongan yang mau pergi ke Desa Wombo)
Keterangan dialog: (+) Teman-teman selain Saya, (-) Saya
+ Awalnya ketika teman-teman bilang, ayo kita ke air terjun di desa wombo!
- Saya pun otomatis mencari lokasi di maps dan terkejut.. Ih kok serem banget ya, rute nya masih gunung banget kah? kok jalan menuju kesana tidak ditemukan di maps (padahal sudah di-set jalan untuk pejalan kaki dan motor)? Eh tapi ini ada artikel yang sudah mengulasnya sih. Katanya untuk sampai ke lokasi air terjun, harus berjalan 1-2jam dari area parkir. Kalau begitu berati ini lebih lama daripada saat menuju air terjun wera, ya.. wah.. Tapi memangnya bagaimana track nya?
![]() |
| Lokasi asal ke destinasi air terjun |
+ Kalau kata mereka yang sudah kesana sih, track nya tidak mendaki seperti ke air terjun wera, cuma tinggal ikuti alur sungai saja kok!
- Asik, berarti tidak akan se melelahkan ke wera, ya! (btw air terjun wera adalah air terjun di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang sudah terkenal keindahan air terjunnya. Bagaimana track nya? wow.. bagi yang tidak biasa jalan jauh, siapkan diri untuk track yang menanjak ya! Tapi begitu sampai atas? Jangan ditanya lagi! worth it!
+ Iya.. tenang saja.. sepertinya aman. Lagipula kalau teman saya tidak sibuk, dia mau antar kita kesana, dia warga desa disana.
- Siap kak, inya Allah..
![]() | |
| Setelah memarkir motor dan menyeberangi aliran sungai ke-3 demi ke tujuan |
![]() |
| Pose masih semangat (Karena belum tahu ternyata jalannya masih jauh) |
![]() |
| Menyeberangi sungai yang ke sekian |
![]() |
| Ternyata melelahkan padahal belum setengah jalan terlalu |
![]() |
| Rupanya ada beberapa jalan berbatu yang menanjak, guys (walau tidak setinggi wera) |
![]() |
| Sesampainya di Air Terjun Wombo (Setelah menyelalui belasan atau bahkan 20 lebih aliran sungai) Foto di Tebing-tebing di sekitar air terjun |
![]() | |
| Setelah menempuh 3/4 jalan perjalanan pulang, tak disangka disuguhi kelapa yang baru dipetik oleh warga Desa. Sungguh baiknya warga Desa disini! :') |
![]() |
| Menikmati kelapa di pinggir sungai Desa Wombo |
Catatan:
Bagi yang mau kesini mohon perhatikan:
1. Perhatikan cuaca! jangan berangkat saat musim hujan dan musim banjir! Karena warga menceritakan beberapa waktu sebelum kami, ada 2 orang pengunjung yang meninggal saat perjalanan ingin turun (pulang) dari air terjun karena terbawa derasnya aliran sungai atau banjir.
2. Semoga tidak bertemu monyet hutan, karena kata bila bertemu, kadang gerakan monyet hutan di atas tebing tidak sengaja dapat menjatuhkan batu atau benda-benda lainnya di atas tebing (seperti ranting dan lain-lain) dan hal itu berbahaya bila menimpa kita.
3. Pastikan enegimu cukup. Sudah makan dulu sebelum berangkat, karena perjalanannya lumayan menguras tenaga (btw ini menurut saya ya.. yang bukan anak mapala/pecinta alam)
4. Gunakan alas kaki (sandal atau sepatu) yang beralas kasar, karena banyak batu atau pohon licin yang harus diinjak. Jika sandalmu mendukung, dan kalian dapat bergerak santai tapi cepat, kurang lebih waktu yang diperlukan untuk naik sampai air terjun adalah 1-1,5 jam.
5. Jangan lupa berdoa sepanjang jalan! Karena bagaimanapun kita hanya pengunjung, Tuhan lah pemilik alam tersebut! Semoga Perjalanan (pulang-pergimu) mengesankan! :)
Ambinari Rachmi Putri
Waktu Subuh,
Ditulis H+1 perjalanan
8 Juni 2020










0 komentar:
Posting Komentar