Harus banget ya pakai banyak 'n' gitu nyapanya?
Yes! harus.. karena ini lagi dalam happy mode, ceritanya.
Are u sure?
Eh ngga juga deng.. saya juga belum tahu ini 'nama perasaannya apa', tapi mungkin lebih tepatnya: perasaan 'excited' kali yaa.
Ok, bin emangnya kamu habis ngapain sih sampai bisa excited gitu?
Tebak hayo saya habis ngapain, ayo tebak, ayo tebak?
Geje -_-
Hayo tebak, hayo tebak, hayo tebak?
Travelling? ngedatengin suatu acara dimana kamu ketemu orang yang 'inspiring' dan ybs berhasil 'charge' kamu? habis sharing sesuatu yang kamu tahu ke orang lain?
Nope! It's different than it's usual
So what?
AMBINARI HABIS MENANAM! YUP! M-E-N-A-N-A-M TANAMAN!
hedeh -_-
Kok 'hedeh'? ini keren, tahu! I just felt a different sensation when planting the plant!
Sensasi apa?
Sensasi bahwa ((((((((BETAPA KERENNYA ALLAH!))))))))
Apa hubungannya?
Ok let me share this, tapi ini bakal panjang. Yakin kamu bakal mau nyimak sampai habis?
Yaudah sih, cerita aja dulu..
Baiklah..
Cerita ini bermula dari ketidak sangkaan ambinari bahwa jalan hidupnya akan seperti ini.
Ya, Saya yang dulunya mikir bahwa saya akan lanjut kuliah lagi, beberapa tahun setelah lulus dari 'kuliah awal', ternyata Allah pertemukan dengan takdir yang berbeda. Masya Allah.. atas amanah Allah, saya diminta untuk kuliah lebih cepat dan mengambil jurusan yang tak pernah saya sangka sebelumnya: Pertanian.
Sebenarnya sebelum memilih jurusan ini, saya sempat bingung karena saya merasa ndak punya basic, ndak suka bercocok tanam, dan saya inginnya masuk jurusan meteorologi-meneruskan jurusan terdahulu saya (kalaupun bisa sekolah lagi).
Qadarullah wa ma syafa'ala
Ini adalah takdir Allāh, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukanEntah mengapa saat itu semuanya seperti dipermudah. Mulai dari izin kantor, izin orang tua, tes masuk, tes toefl, dan lain-lain. Saya merasa semua kemudahan-kemudahan itu dapat terjadi hanya atas campur tangan Allah :')
Setelah mempertimbangkan jalan yang sudah Allah bukakan lebar-lebar itu, akhirnya bismillah saya pun 'bulat' untuk daftar ulang. Bagaimana ke depannya? sungguh saya serahkan pada Allah SWT saja. Karena bisa berada pada titik ini pun, tak pernah terbayangkan oleh saya sebelumnya :')
Ok back to the topic,
Jadi apa yang bibin dapat selama kurang-lebih 1 semester lebih, ini?
I feel amazed. I don't know what to say. Really! Speechless! Saya benar-benar merasa bodoh di kelas ini!!! :'(
Rupanya benar kata orang-orang di tumblr, "Makin kamu coba untuk pelajari sesuatu, akan makin terungkap bahwa masih sangaaaaaaat banyak yang belum kamu ketahui. Artinya? makin kamu pelajari suatu ilmu, akan makin kamu dapati bahwa kamu sangat bodoh!" Unfortunately this quote is true!Ok back to the maint point,
Mendapat ilmu tentang pertanian, membuat saya belajar tentang tanah, organisme dalam tanah, tanaman, dan lain-lain. Hal-hal tersebut sangat baru bagi saya. Mengetahui hal-hal itu membuat saya makin terpesona bahwa 'Allah sangat sibuk'. Ya, karena Allah tak hanya mengurusi atmosfer atau gerakan lempeng di dalam perut bumi seperti ilmu yang saya dapati sebelumnya. Namun Allah juga urusi tanah, hewan-hewan dalam tanah, tumbuhan-tumbuhan (yang secara penampilan terlihat seperti tak hidup, karena tak berjalan dan berbicara seperti manusia dan hewan), dan seterusnya.
Mempelajari ilmu tersebut, memberi sensasi yang berbeda bagi saya saat menanam. Dulu saya merasa menanam adalah pekerjaan kotor-kotoran, pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang bertangan dingin (sudah biaa menanam), pekerjaan yang ndak mau saya coba (karena bukan saya banget). Namun sekarang perspektif saya telah sedikit berubah. Menurut saya menanam adalah pekerjaan yang ajaib, karena:
Saat kita menggali tanah, Saya teringat prosesi pemakaman nenek saya. Dari sana, saya mengingat bahwa sebagai manusia, rumah terakhir kita adalah tanah. Sudah se-siap apa kita untuk pulang yang sebenar-benarnya pulang?
Saat memasukkan tanah-tanah itu ke dalam pot, Saya amazed lagi karena menyadari bagaimana bisa tanah yang seperti bukan apa-apa (benda tak hidup) ini bisa menumbuhkan, menjadi sumber kehidupan makhluk hidup (tanaman) di atasnya?
Saat memasukkan tanaman ke tanah tersebut, saya mengukur bagaimana baiknya agar ia dapat cepat beadaptasi pada lingkungan baru (apakah baiknya diletakkan di tempat yang langsung terkena sinar matahari atau tidak, hal ini harus disesuaikan dengan jenis tanamannya).
Saat memberi ia air, tiba-tiba saya berpikir bahwa 'air' itu keren sekali karena bukan hanya dibutuhkan manusia dan hewan, tetapi juga tumbuhan.
Dan seterusnya.
Dear Allah, terima kasih atas segalanya. Hamba sedang belajar banyak hal. Belajar beradaptasi, Belajar menjalani apa yang Engkau skenariokan, meski tak semua yang Engkau beri adalah yang hamba ekspektasikan, namun insya Allah semuanya akan indah pada waktunya, iya kan netizen? :')
Dear Allah, Don’t let me go astray ’cause I need youOk sekian dulu cerita saya, bonus foto Lala dan Lili (Tanaman Puring yang baru saja saya pindahkan di pot teras rumah) hhe.. Btw di belakangnya Lala ada abdullah (motor yang nganterin saya kemana-mana). Kok dinamain semua? Gapapa biar akrab aja hhe..
By my side, I wish to be close
Close to You throughout my life
Ya Allah, Be with me all the way
Because just You who show me the way, show me the way
-Maher Zain
Waktu Ashar,
Palu, 08/02/20
Ambinari Rachmi Putri



0 komentar:
Posting Komentar