![]() |
| (Sumber Gambar) |
Saya baru tahu,
Sebaik apapun konten yang ingin kita sampaikan, bila disampaikan pada situasi yang tidak tepat, tidak akan mengena kebaikannya bagi si objek atau pendengar.
Saya baru tahu,
Saat saya mengalaminya sendiri.
Tadi seorang...
Seorang Ibu menginformasikan sesuatu kepada saya dengan wajah penuh cahaya (karena habis sholat ashar). Beliau datang kepada saya menawarkan 'sesuatu yang selama ini saya cari'. Namun sayangnya waktunya kurang tepat (menurut saya), Ibu tersebut menyampaikan informasi tersebut pada hari yang sedang terik-teriknya, si pendengar pun baru habis motor-an jauh dan berjam-jam (read: capeeeeeeek), dan sedang buru-buru (seburu-burunya) karena harus selesaikan tugas kantor. Berikut reka adegannya:
Ibu:
''ambi....'' sambil setengah berlari mendatangi saya yang berjarak kurang lebih 20 meter dari beliau.
Saya:
''Saya bu?'' Dalam hati, saya bergumam tumben banget Ibu dari kantor sebelah ini memanggil saya.
Ibu:
"Iya mbi, saya dengar dari A kamu lagi car YY ya? saya tahu mbi dimana kamu bisa dapat YY itu, nanti saya hubungi adik saya ya, biar dia arahkan kamu untuk dpatkan YY. Saya tahu mbi, jaman sekarang susah dapatkan YY yang asli, makanya saya tawarkan ke kamu...''
Saya:
Duh.. padahal saya sudah lama dapat YY nya dan sekarang fokus saya bukan cari YY lagi, tapi selesaikan tugas kantor.
Lalu si Ibu buru-buru memotong,
Ibu:
"Ya mbi, nanti hubungi saya lagi ya..."
Saya:
"Hehe... siap bu kalau saya sedang cari lagi ya... Ibu.... mohon maaf.... saya izin masuk dulu ya bu, ada yang harus diselesaikan di dalam."
Ibu:
"Oh iya mbi, saya juga harus balik ke kantor lagi..''
-------------
Hikmah dari kisah ini akan saya sampaikan dilihat dari sudut pandang 'orang yang menyampaikan pesan' dan 'pendengar pesan':
Orang yang menyampaikan pesan
- Sampaikanlah pada waktu yang tepat. Bila dirasa pada waktu yang tepat, sampaikanlah. Namun bila tidak, tunda dulu (jangan sampai keterburu-buruan membuat berita baik menjadi terdengar sebaliknya).
Pendengar pesan
- Keep husnudzon (positive thinking)! jangan biarkan setan menguasaimu. Iya tahu banget mungkin moodmu sedang dalam keadaan yang jatuh sejatuh-jatuhnya. Namun izinkanlah orang yang telah meluangkan waktu untuk memikirkanmu itu menyampaikan apa yang ingin disampaikannya. Orang-orang seperti ini, langka loh! dan harus kita apresiasi! :'')
Dari saya yang suka banyak khilafnya (sering lupa menempatkan diri dengan baik),
Ditulis agar menjadi reminder bagi diri saya sendiri,
Agar dapat menjadi 'Penyampai' ataupun 'Pendengar' yang lebih baik lagi, ke depannya.
Palu, 17 Sya'ban 1440H
22 April 2019
Ambinari Rachmi Putri



0 komentar:
Posting Komentar