Karena terkadang lidah terlalu kelu tuk sekedar lisankan, biarlah rangkaian kata yang membuat memori tetap menyemburat

Sabtu, 28 April 2018

Bertumbuh Bersama

Halo.
Kenalkan rumah yang telah mengizinkan saya bernaung selama kurang lebih 7 bulan ini, namanya Rumah Quran STAN (Sekolah Tahfidz Alquran Negara).
*Widih... Berat cuy kedengarannya, ngejauh dari bibin ah.. bibin bukan temen main gue lagi*
Eits, tenang-tenang mbak... Sama sekali jauh dari pikiran kalian! orang-orang yang masuk sini jauh dari sempurna, bukan orang-orang yang sudah expert di bidang membaca al-quran apalagi menghafal Al-Qur'an, sama sekali bukan! Tapi kalau kalian mendoakan suatu saat kami bisa sedikiiiiit saja mendekati hal tersebut, akan saya aminkan :') Terima kasih doanya, mbak.

Jadi apa tujuan saya menulis ini?
Entahlah saya tiba-tiba sedang mood menulis saja (ini momen langka, bro!), maka mari eksekusi!
Ok back to the question, InsyaAllah tujuannya adalah sharing beberapa nilai yang saya dapat disini, semoga bisa bermanfaat untuk pembaca (semoga niat saya selalu diluruskan, mohon doakan) :)
Aamiin.

Here These are, check this out!


1. Waktu kita banyak habis untuk HP loh, sadar ngga?
Semenjak disini, karena target harian dan tugas kampus (tugas secara general ya, bukan sekadar pr, mungkin tugas ekskul bisa masuk didalamnya?), saya jadi mikir dua kali untuk pegang hp lama-lama (dari pagi sampai sore untuk ngepoin timeline orang *ups). Kalau dulu kayanya memanfaatkan waktu luang untuk ngepoin timeline orang, nyari-nyari kerjaan dengan streaming utube sepertinya wajar banget. Tapi alhamdulillah sekarang sudah bisa sedikit dikurang-kurangin :')
Tidaklah manusia akan ditanya...

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ
“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).” HR. At-Tirmidzi, Lihat Ash-Shahihah no. 946

So, bisakah suatu saat di yaumil akhir nanti, "main hp dan nyari kerjaan dengan nonton orang joget-joget di utube" bisa jadi jawaban atas pertanyaan nomor 2? :') silahkan jawab sendiri dalam hati, Sholihah..

2. Bertahan pada komitmen itu sulit!
Maka tetaplah kamu (pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertaubat bersama kamu. Dan janganlah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kalian kerjakan [Hûd/11: 112]

Sumber: https://almanhaj.or.id/3669-ayat-terberat-untuk-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

Sudah tahu belum? Menurut kisah, Rasulullah beruban saat turun surat Hud (11) ayat 112, mengapa? Karena ayat di atas berisi perintah untuk Istiqomah.

“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertaubat besertamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah Mahamelihat apa yang kamu kerjakan. (QS. 11:112)
 
Dan ternyata benar, tekad yang kuat di awal (saja) tidak akan membuat kita bertahan hingga akhir. Yang dapat membuat kita kuat adalah pertolongan dari Allah (yang pertama), yang kedua adalah muhasabah/evaluasi rutin dari semua pihak di dalam rumah, serta yang ketiga adalah senantiasa mengingat motivasi awal kita berkomitmen/memulai.

Jadi terpikir sesuatu... hmm... apalagi mempertahankan komitmen menikah ya, wajar saja menikah disebut sebagai perjanjian yang kuat (mitsaqon gholizho), secara logikanya kita bukan hanya sedang menjaga amanah atau komitmen untuk beberapa hari, atau beberapa tahun, tapi seumur hidup.. Masya Allah.. (loh kok jadi nyambung kesana, ups. maafkan.. hehe).

3. Ingin 'tumbuh sendiri' harus disingkirkan! 'bertumbuh bersama' adalah keharusan!
Pernah dengar ungkapan ini:
'Kalau ingin berperjalanan dengan cepat, jalan saja sendiri. Tapi jika ingin berperjalanan dengan lama, carilah teman perjalanan' ?

Ya, ternyata pernyataan tersebut ternyata benar, baru terasa ketika tinggal disini selama beberapa bulan. Rupanya teman perjalanan sangat dibutuhkan dalam mencapat 1 visi. Ibaratnya nih ya, dengan berperjalanan dengan orang yang bervisi sama untuk membersamai al quran, ketika kita sedang futur atau malas, mereka akan mengingatkan kita, dan begitupun sebaliknya ketika mereka yang mengalami futur. Maka semangat ingin 'tumbuh sendiri' disini, harus disingkirkan! sebaliknya, tekad ingin 'bertumbuh bersama' adalah keharusan dan harus diupayakan.

***
Semoga kelak lingkungan seperti ini ada di kampus saya atau di daerah dimanapun saya akan ditempatkan. aamiin.

Ambinari Rachmi Putri
Bintaro, 12 Sya'ban 1439H
Waktu Magrib
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Unordered List

Text Widget

Pages