Karena terkadang lidah terlalu kelu tuk sekedar lisankan, biarlah rangkaian kata yang membuat memori tetap menyemburat

Selasa, 24 Februari 2015

Selamat Ulang Tahun, kak...

Jadi kalian mau aku mulai bercerita darimana?

Ah entahlah otakku dingin, tanganku nyaris kaku. Disini aku sibuk. Sibuk mendangak ke atas menghitung jumlah awan, mengenalinya satu-satu dan dengan adil memberi mereka nama. Mengukur tinggi mereka dan memastikan diri selalu 'awas' dalam mengikuti pertumbuhan mereka. -Dengan hati-. Aku...Aku terlalu sibuk mengetuk-ngetuk jemari di atas papan tombol komputer, mengabdi pada negara. Tunggu... tapi jika kalian tanya se-sibuk itukah? Hmm.. kurasa tak juga. Hanya saja yang kusadari pasti adalah si stranger who's bad in manage time ini become worse in manage her time. Lihat saja kubiarkan kamu di penuhi sarang laba-laba, blog ku yang dulu ku setia-kan (walau waktu ku nyata-nyatanya ruah melimpah).

Jadi kalian benar-benar ingin aku mulai menuliskan sesuatu lagi?
*mengambil nafas*
=)

Asrama Depok, Juli 2013
Aku berkemas. Bukan untuk ke pesta. Tapi pergi untuk tak kembali, mencoret asa baru di Tangerang Selatan. Selamat tinggal Depok. Kampus makara impian.

Tangerang Selatan, Agustus 2013
Hari kedua ospek, tapi.. sial. Detail kampus makara masih mengerak di otakku. Tlah kupastikan tak ada yang tertinggal. Tinggal kubuka koperku dan... semua ada disana. Hanya satu. Ada yang tertinggal. Itu pasti. Hatiku. Menjalani semua rangkaian yang ada TANPA HATI dapatkah kalian bayangkan rasanya?

Hari ketiga, aku menangis. Tak dapat kupercaya. Ambinari Rachmi Putri. (?) . Fisikku kuat, setidaknya itu tlah terbukti di SMP. Kala itu saat gadis kecil yang lain di ekskul-ku satu per satu tumbang pingsan, puji syukur tidak begitu denganku. Bagiku menangis di depan umum saat berumur +17 adalah sesuatu yang benar-benar dinamakan 'tumbang'. Tapi ini berbeda. Percayalah. Saat itu semuanya tak semudah yang dibayangkan.TANPA HATI bagaimana kalian dapat memastikan mental kalian tetap berdiri kokoh dan membuat kalian tak goyah, tak menangis?

Berbeda dari yang lain. Saat itu datanglah seseorang membisikkan "jangan menangis lagi, kamu mau yang lain tambah kumpul disini kalau kamu terus mengangis? sudah-sudah..." sambil diusapnya bahuku, raut wajahnya menampakkan keprihatinannya. Disusul teman dekatnya yang juga panitia -dengan kamera yang menggantung di lehernya dan potongan rambut pendek namun tetap cantik- yang juga mengusap-usap bahuku.

Malam hari ketiga, setibanya aku di kost (setelah berkumpul dengan peleton di kost teman).. aku melihat seseorang itu di gerbang pintu kostku. Tersenyum hangat, memberi nasi bungkus. Iya kami sekost. "Sudah makan? ini.." Kalian tanya bagaimana aku saat itu? Terbungkam. Itu pasti. Aku hanya tak tahu mengapa seseorang itu begitu baik. Aku juga tak peduli jikapun nasi bungkus itu hasil pemberian dari temannya yang terlihat berdua dengannya di teras kost kami lalu mungkin Ia telah kenyang lalu daripada mubadzir, memberinya padaku (?). Yang kupedulikan dan kusadari adalah: Ternyata bila seseorang datang dengan hangat di saat menopang diri sendiri pun kalian sulit, momen-momen kecil akan terlihat besar dan tak mudah terlupa.

Sejak kejadian-kejadian itu kujuluki ia 'princess'. Haha terdengar konyol memang untuk sekarang namun percayalah, bila kalian berada pada posisiku saat itu, menjulukinya seperti itu takkan sebercanda itu.

Tangerang Selatan, Februari 2014
Hari itu ulang tahun seseorang itu. Hari itu pula aku -secara formal- jatuh cinta sejatuh-jatuhnya pada kehidupan di Tangerang Selatan. Teman-teman kost, lingkungan kampus, dan apa yang kupelajari disana. Aku sungguh beruntung karena Tuhan memilihkanku jalan ini. Hatiku yang tertinggal perlahan pulih. Saat itu kami sekost berkumpul di kamarnya memberinya kejutan ulang tahun.
Beberapa hari kemudian aku, monalisa, dan nazaria akhirnya makan 'makanan italia itu' di bintaro plaza -secara cuma-cuma- haha suasana kost kimberly begitu ku rindukan kini 

Tangerang Selatan, 30 Maret 2014
Ulang tahunku yang ke 18 tahun, terima kasih perayaan kecil-kecilannya kak resa, kak obi, kak anita, kak ayu, kak aflah, mona, naza. I DO HEART YOU ALL, how can I tell you what I feel as big as it grow? I dunno exactly.

Tangerang Selatan, beberapa bulan sebelum PKL
Hari itu rahasianya diungkap. Ternyata bukan (dia) yang mengucapkan kata-kata yang dibacakan di hari ulang tahunku itu. Memang, aku sudah tahu pasti bukan (dia). (dia) bukanlah orang yang sebercanda itu. Tapi semuanya berkonspirasi dan yang tertinggal hanyalah ambinari yang tadinya 100% tak percaya menjadi 'nyaris percaya'. Mendengar kenyataan itu aku tak terlalu kecewa, hanya menyesal 'nyaris percaya' itu sempat ada. haha sungguh konyol. lagipula aku hanya suka doa di belakang untaian selamat ulang tahun itu, yang berbunyi: "Semoga menjadi perempuan yang menjadi panutan bukannya perempuan yang jadi tontonan". Bukan tergantung subjek yang melantunkannya. (?)
  
Tangerang Selatan, 18 November 2014
Mona, naza telah berangkat menuju tempat PKL nya masing-masing. Tersisa aku yang masih berkemas karena sebentar lagi travel ke airport menjemput. sebagian besar penghuni kost (angkatan di atasku) telah ke kampus. Akupun telah pamit pada mereka sebelumnya, aku hanya tinggal melangkah pergi. Tak kusangka seseorang itu datang menghampiriku dan memberi sebungkus roti bantal sari roti dan sebuah susu kotak, sebagai sangu di bandara katanya. Aku hanya tak habis pikir mengapa penduduk kostku dengan mudahnya membuatku jatuh haru di momen-momen sepele.

Tarakan, 24 Februari 2015
'seseorang itu' bernama asli Kak Robiatul Adawiyyah. Hari ini Ia berulang tahun yang ke 22.
AAAAAAH Intinya itu...  Selamat ulang tahun kak Obiiiiik, princess nya aku.. barakalllahu fii umrik!!! :*





Yang sedang rindu Kost Kimberly se-isinya,
Ambinari Rachmi Putri

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Unordered List

Text Widget

Pages