Jurusan Meteorologi? Ngapain? ga guna? | heyy.. check this out!Banyak yang nanya gitu? ga salah sih, bertanya-tanya = sah-sah aja.
untuk membuka cakrawala kita, let me share some fact of meteorology.
Yuk mulai dari penjabaran "GEOFISIKA" dulu, geofisika adalah ilmu tentang proses-proses fisik yang terjadi di bumi, merupakan cabang ilmu kembumian yang menerapkan ilmu fisika untuk mempelajari proses-proses fisik yang terjadi di bumi (contoh: survei akustik untuk mempelajari struktur batuan).
Dari pengertian yang luas di atas, geofisika terbagi jadi Geokosmofisika, Meteorologi, Oseanografi, Hidrologi, dan Fisika Bumi Padat.
METEOROLOGI? secara garis besar, meteorologi adalah ilmu yang memepelajari proses fisis di atmosfer bumi. Proses fisis di atmosfer contohnya apa? Cuaca!
Jadi para Meteorolog akan selalu berhubungan dengan cuaca? itu benar!
Saya akan mencoba menjelaskan pembagian Meteorologi dari segi kegunaannya, dengan bahasa yang lebih mudah dipahami:
Dari segi kegunaannya, meteorologi dibagi jadi :
1.Meteorologi sinoptik
Mempelajari proses fisis atmosfer dimana pengamatannya dilakukan secara bersamaan dan meliputi daerah yang luas.
(Contoh: BMKG Palembang, Jakarta, dan lainnya se-Indonesia melakukan pengamatan cuaca harian bersamaan tiap waktu yang telah ditentukan, lalu hasil pengamatan dikirim ke pusat. Selanjutnya data tersebut akan dipertukarkan secara internasional. Studi ini dipakai untuk meramalkan gejala cuaca yang akan terjadi baik pada satu negara, maupun dunia.)
2. Meteorologi Aeronautik
Penggunaan meteorologi di dalam penerbangan.
(Contoh: Kebayang ga sih jika pesawat terbang tanpa tahu "jarak penglihatan terkini, arah angin darimana-kemana?, tekanan udara, awan-awan sejenis apa yang akan dilaluinya, akankah ada hujan-petir? dan lain-lain" tentu akan membahayakan keselamatan penerbangan. Jangan samakan dengan mobil yang masih dapat melaju tanpa memerlukan data-data itu. Ingat pesawat melaju "di Udara". Disinilah data-data dari meteorologi aeronautik berperan)
3. Meteorologi maritim
Penggunaan meteorologi di dalam dunia maritim dan kelautan.
(Contoh: Beda ukuran kapal tentu akan berbeda pula sifatnya. Kapal besar bisa saja menganngap ombak setinggi 1,5 m bukan halangan, tapi perahu-perahu kecil? karena itulah arah-kecepatan ombak dan data-data lainnya diperlukan. Disinilah data-data dari meteorologi maritim berperan.
4. Meteorologi Pertanian
Penggunaan meteorologi di dalam pertanian dan kehutanan.
(Contoh: Dengan mengetahui curah hujan bulan ini dan aspek-aspek cuaca lainnya tentu akan membantu petani memutuskan kapan waktu yang tepat untuk menanam dan memanen.)
5. Hidrometerorologi
Penggunaan meteorologi di dalam bidang penampungan air (water supply) misalnya bendungan dan irigasi.
(Contoh: Daya tampung bendungan berdasarkan data curah hujan yang terjadi sehingga kemungkinan banjir, dan lain-lain)
6. Meteorologi Kedokteran
Penggunaan meteorologi dalam bidang kedoketeran yang dikaitan dengan kesehatan manusia.
(Contoh: kerjasama antara meteorolog dan dokter yang diperlukan untuk menangani penyakit yang terjadi akibat perubahan iklim)
7. Meterologi bangunan
Penggunaan meteorologi dalam arsitektur agar estetikanya lebih indah dan bangunannya terasa nyaman.
(Contoh: Rencana yang baik dari ahli rancang bangunan seperti "bagunan yang akan dibangun seperti apa, lokasinya dimana, perkiraan biayanya, serta estetika bangunan yang baik yang telah direncanakan arsitek" tentu tidak akan berjalan dengan baik bila aspek-aspek temperatur udara, radiasi matahari, kelembaban udara dan kecepatan angin, dan perubahan iklim diabaikan.)
8. Meteorologi Enjiniring
Perpaduan antara ilmu meteorologi dan teknik
(Contoh: teknologi modifikasi cuaca dan teknologi petir)
(Sumber: Meteorologi Terapan, Bayong Tjasyono HK, 2008)
Prospek Kerja :
- Instansi Pemerintahan
- Khususnya di Badan Meteorologi dan Geofisika, BPPT, dan institusi sejenis. Sarjana Meteorologi sangat dibutuhkan untuk melakukan analisis terhadap cuaca dan membuat prakiraan cuaca. Disamping itu menjadi dosen Meteorologi di Perguruan Tinggi Negri, menjadi peneliti di LIPI dan RISTEK.
- Akademisi
- Menjadi staff pengajar di perguruan tinggi negeri maupun swasta
- Peneliti
- Menjadi peneliti di institusi-institusi dan badan riset pemerintah maupun swasta
- Pertanian
- Bidang pertanian merupakan bidang yang paling banyak membutuhkan ilmu Meteorologi, seorang sarjana Meteorologi dapat menjadi analis di bidang ini.
- Industri
- Sarjana Meteorologi dapat menjadi ahli atau konsultan dalam membuat alat-alat yang terkait dengan bidang Meteorologi.
(Sumber: http://usm.itb.ac.id/Prodi/128.htm)
Reliaze it or not you, we need to know about the weather. Don't be afraid to be weather's doctor! :)
| Awan Virga, akibat presipitasi (hujan) yang tak sampai permukaan bumi |

aku mahasiswa meteorologi juga lho kak, kakak sekarang kerja di mana? kak kalo ada info loker ttg meteorologi boleh bagi nggak/
BalasHapusAku snmptn ambil meteorologi kak.gimana peluangnya kak?
BalasHapusuniv mana dek?
Hapus