Kalimat ini kadang susah sekali dipahami: 'sekecil apapun itu, bahkan satu baut pun punya peranan penting'. Semua orang lazimnya ingin jadi kemudi, ingin jadi mesin, ingin jadi roda, ingin jadi apapun yang besar dan mengesankan. Hingga lupa, bahkan sebuah baut pun, bisa membuat sebuah pesawat menjadi lengkap. Sama pentingnya dengan sistem navigasi pesawat, sama mendesaknya dengan panel2 elektronik yang mahal dan canggih. Tanyakanlah ke petugas perawatan pesawat, satu saja baut kendor, lampu alarm berbunyi, batal sudah sebuah penerbangan.
Apapun pilihan profesi kita kelak, ada yang mau jadi dokter, ada yang mau jadi insinyur, ada yang mau jadi guru, perawat, bidan, penegak hukum, hingga artis, anggota boyband, apapun itu, maka semua sama pentingnya. Mamang tukang sampah atau sayur di depan rumah satu derajat profesinya dengan dokter spesialis di rumah sakit besar. Petinggi perusahaan, eksekutif super puncak, sama derajatnya dengan maintenance lift gedung tempat bos besar itu. Masa' iya sih? Kayaknya tidak juga bang tere, berbeda dong, jelas2 berbeda. Well yeah, sama! Kalau ada yg berpikir berbeda, maka buang jauh2 kutil di pemahaman kita itu. Kalau orang lain tetap ngotot bilang beda, merasa beda, itu urusan orang lain. Bagi kita, sama pentingnya.
Nah, kalaupun itu layak disebut berbeda, maka dia berbeda secara substansi. Mamang tukang sampah yang amanah, rajin bekerja, selalu disiplin mengambil sampah dari rumah ke rumah, jelas berbeda derajatnya dengan dokter spesialis yang mata duitan, memilih2 pasien, diskriminatif. Juga petinggi perusahaan yang korup, rajin menyogok demi mendapat tender, jelas beda kemuliaannya dengan petugas maintenance yang jujur, lurus, dan mencintai pekerjaannya.
Jangan ragu jika kalian memilih profesi atau pekerjaan masa depan yang menurut definisi umum tidak glamour. Tidak keren. Boleh jadi, itu menjadi jalan pengabdian yang tidak terhingga. Menjadi pustakawan misalnya, itu keren sekali. Ah, mau apapun profesi kita, sepanjang kita melakukan yang terbaik, maka kesuksesan akan datang. Tentu saja bukan soal sukses kaya raya, tapi sukses berbahagia. Setiap hari happy dan jauh dari hal2 jahat. Amit2 deh, sudah profesi/pekerjaannya terpaksa, gaji kecil pula, mengeluh setiap saat, tapi masih ditambah korup waktu kerja, menggunakan fasilitas kantor, dsbgnya. Itu tidak kita banget, bukan?
Pilihlah profesi masa depan kalian sedari dini. Mumpung masih pada muda2, remaja. Siapkan jauh2 hari, terus belajar agar semakin cemerlang. Tidak ada yang lebih menyenangkan saat kita merasa pekerjaan kita adalah hobi kita sendiri. Setiap hari 'berangkat melakukan hobi' jauh lebih oke dibanding setiap hari 'berangkat terpaksa bekerja'.
Demikianlah.
"Kenapa kita kecewa? Karena kita berharap.
Tidak akan kecewa kalau kita tdk berharap."
--Tere Liye

0 komentar:
Posting Komentar