cukup lama gak posting, oke kali ini aku bakal posting kata- kata yg menurutku bukan kata-kata biasa dari novel Negeri 5 Menara. Akhirnyaa setelah sekian banyak ulangan, urusan-urusan lainnya yg cukup lebih penting daripada berleha-leha baca novel dan cukup lama minjem novel @LilianiSeptiana ini, akhirnya tamat juga :)
check this out ;) -->
“Uthlubul ilmawalau bisshin” :Tuntutlah ilmu, bahkan walau ke negeri sejauh China.
“Innallaha jamiil wahuwa yuhibbul jamal” : sesungguhnya Tuhan itu indah dan mencintai keindahan
Man jadda wajadda :“Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil (sukses) !”
“Mulai hari ini bulatkanlah niat di hat kalian. Niatkan menuntut ilmu hanya karena Allah, lillahi ta’ala” –Kiai Rais
“Allahumma zidna ilman war zuqna fahman..” :Tuhan tambahkanlah ilmu kami dan anugerahkanlah pemahaman..
Quill haqqa walau kaana murran: katakanlah kebenaran walau itu pahit.
“Mandirilah maka kamu akan jadi orang merdeka dan maju. I’timad ‘ala nafsi, bergantung pada diri sendiri, jangan dengan orang lain. Cukuplah Tuhan yang menjadi anutanmu” –Kiai Rais
“Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Jangan risaukan penderitaan hari ini, jalani saja dan lihatlah apa yang akan terjadi di depan. Karena yang kita tuju bukan sekarang, tapi ada yang lebih besar dan prinsipil, yaitu menjadi manusia yang telah menemukan misinya dalam hidup” – Ustad Salman
“Misi yang dimaksud adalah ketika kalian melakukan sesuatu hal positif dengan kualitas sangat tinggi dan di saat yang sama menikmati prosesnya. Bila kalian merasakan sangat baik melakukan suatu hal dengan usaha yang minimum, mungkin itu adalah misi hidup yang diberikan Tuhan. Carilah misi kalian masing-masing.” –Ustad Salman
Apa yang membuat orang sukses berbeda dengan orang biasa?
“Ada dua hal yang paling penting dalam mempersiapkan diri untuk sukses, yatu going the extra miles. Tidak menyerah dengan rata-rata. Kalau orang belajar 1 jam, dia akan belajar 5 jam, kalau orang berlari 2 kilo, dia akan berlari 3 kilo. Kalau orang menyerah di detik ke 10, dia tidak akan menyerah sampai detik 20. Selalu berusaha meningkatkan diri lebih dari orang biasa. lebihkan usaha, waktu, upaya, tekad, dan sebagainya dari orang lain maka kalian akan sukses”. …..
“resep lainnya adalah tidak pernah mengizinkan diri kalian dipengaruhi oleh unsur di luar diri kalian. Artinya jangan mau sedih, marah, kecewa, dan takut karena ada faktor luar.kalianlah yang berkuasa atas diri kalian sendiri, jangan serahkan kekuasaan kepada orang lain. Orang boleh menodong senapan tapi kalian punya pilihan untuk takut atau tetap tegar”…..
“jangan biarkan diri kalian kesal dan marah, hanya merugi dan menghabiskan energi. Hadapi dengan lapang dada, dan belajar darinya. Bahkan kalian bisa tertawa karena ini hanya gangguan sementara. Hati yang selalu bisa dikuasai oleh pemiliknya adalah hati orang sukses” –Ustad Salman
“Bacalah Al-Qur’an dan hadits dengan mata hati kalian resapi dan lihatlah mereka secara menyeluruh, saling berkaitan menjadi pelita kehidupan kita”. –Ustad Faris
“Nah, bersaudara itu berteman, tidak berkelahi, saling menyayangi. Itu perintah Nabi kita. Mau ikut Nabi?” –Amak
“Birrul Wallidain: berbakti kepada orang tua. Mereka berdua adalah tempat pengabdian penting di dunia”.
Syair Abu Nawas :
Ilahi lastu lilfirdausi ahla,
Walaa aqwa’ala naaril jahiimi
Fahabli taubatan waghfir dzunubi,
Fainaka ghafirudz dzanbil azhimi…
Dzunubi mitslu a’daadir- rimali
Fahabli taubatan ya Dzal Jalaali
Wa’umri naqishu fi kulli yaumi,
Wa dzanbi zaaidun kaifa-htimali
Ilahi ‘abdukal ‘aashi ataak
Muqirran bi dzunubi wa qad da’aaka
fain taghfir fa anta lidzaka ahlun
wain tadrud faman narju siwaaka
Wahai Tuhanku… aku sebetulnya tak layak masuk surgaMu,
Tapi… aku juga tak sanggup menahan amuk nerakaMu,
Karena itu mohon terima taubatku ampunkan dosaku,
Sesungguhnya Engkaulah maha pengampun dosa-dosa besar
Dosa-dosaku bagaikan bilangan butir pasir
Maka berilah ampunkan oh Tuhanku yang Maha Agung
Setiap hari umurku terus berkurang
Sedangkan dosaku terus menggunung,
Bagaimana aku menanggungkannya
Wahai Tuhan, hamba-Mu yang pendosa ini
Datang bersimpuh ke hadapan-Mu
Mengakui segala dosaku
Mengadu dan memohon kepada-Mu
Kalau Engkau ampuni itu karena
Engkau sajalah yang bisa mengampuni
Tapi kalau engkau tolak, kepada siapa lagi kami mohon
Ampun selain kepada Mu?
“Ingat kawan, motto kita: man jadda wajada. Ditambah doa dari kalian dan prasangka baik kepada Tuhan, apapun bisa terjadi ” –Dulmajid
Ma’an Najah, “Semoga sukses dalam ujian”.
“Anak-anakku ilmu bagai nur, sinar. Dan sinar tidak bisa dating dan ada di tempat yang gelap. Karena itu, bersihkan hati dan kepalamu, supaya sinar itu bisa datang, menyentuh dan menerangi kalbu kalian semua.”-Kiai Rais
Uthlub ilma minal mahdi ila lahdi.”Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat.”
Allahummaftah alaina hikmatan wansur alaina birahmatika ya arhamarrahimin. “Tuhan kami, bukakanlah kepada kami hikmah dan bantulah kami dengan rahmatMu, wahai sang Maha Pengasih”
Sahirul lail :begadang dan bangun malam untuk belajar
Sebuah pepatah Arab berbunyi: Man thalabal ‘ula sahiral layali. Siapa yang ingin mendapatkan kemuliaan, maka bekerjalah sampai jauh malam. Dan aku ingin mencari kemuliaan itu –Alif
“Man jadda wajada. bismillah”. Aku yakin Tuhan Maha Mendengar. –Alif
“Untuk bisa maju dan berprestasi, kita tidak boleh bias-biasa saja. Harus mencari yang lebih baik dan berbeda” –Ustad Salman
“Kullukum ra’in wakullukum masulun an raiyatihi” Setiap orang adalah pemimpin, tidak peduli siapapun, paling tidak untuk diri mereka sendiri.
“Can it be done? Sure. Ini agak mission impossible. Tapi dengan man jadda wajaddda ya Akhi. Insya Allah kita bisa.” –Ustad Salman
“…Tahukah kalian, ada sebuah hadist yang mengajarkan kalau seorang anak menghapal Al-Qur’an, maka kedua orang tuanya akan mendapat jubah kemuliaan di akhirat nanti. Keselamatan akhirat buat kedua orangtuaku…” –Baso
“Aku sedang berpikir-pikir semakin lama di PM, aku semakin sadar bahwa inti hidup itu adalah kombinasi niat ikhlas, kerja keras, doa dan tawakkal. Ingat kan kata Kiai Rais, ikhlaskan semuanya, sehingga tidak ada kepentingan apa-apa selain ibadah kalau tidak ada kepentingan, kan seharusnya kita tidak tegang dan kaget” -Said
Katanya, kalau ingin sukses dan berprestasi dalam bidang apapun, maka lakukanlah dengan prinsip “saajtahidu fauqa mustawa al akhar”. Bahwa aku akan berjuang dengan usaha di atas rata-rata yang dilakukan orang lain. –Said
“Innallah Maa’na” : Tuhan bersama kita.
Kata Mutiara Imam Syafii:
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
Jika di dalam hutan.
---------------------------------------------------------------
Dulu kami melukis langit dan membebaskan imajinasi itu lepas membumbung tinggi.
Dulu kami tidak takut untuk bermimpi, walau sejujurnya juga tidak tahu bagaimana merealisasikannya.
Tapi lihatlah hari ini. Setelah kami mengerahkan segala ikhtiar dan menggenapkan dengan doa, Tuhan mengirim benua impian ke pelukan masing-masing. Kun fayakun, maka semula awan impian, kini hidup yang nyata.
Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apapun. Tuhan sungguh maha mendengar. Man Jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil….. –Negeri 5 Menara

0 komentar:
Posting Komentar